MATA KULIAH : PENYEHATAN MAKANAN DAN MINUMAN -A
DOSEN PMA : KHIKI PURNAWATI KASIM ,SST,M.Kes
“ LAPORAN PEMERIKSAAN BORAX SECARA KUALITATIF“
RESKY UTAMI
( PO714221181040 )
D.IV/II.A
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PTODI D.IV SARJANA TERAPAN
TAHUN 2020
A. DASAR TEORI
Indonesia dikenal dengan kuliner yang kaya dan beragam, dengan citarasa yang lezat kuliner indonesia benyak digemari dan dapat bersaing dengan kuliner luar negeri. Selain itu beberapa kuliner Indonesia juga memiliki kemiparan dengan kuliner luar negeri. Hal ini dapat terjadi karena kulturasi budaya. Contohnya saja seperti bakso, mie ayam, siomay dsb. Kuliner tersebut banyak dijajakan oleh penjual mulai dari tempat yang elit hingga ke pedagang kaki lima.
Namun beberapa tahun belakangan banyak pagadang nakal yang menambahkan zat kimia berbahaya kedalam makanan yang mereka jual. Penggunaan zat kimia berbahaya seperti boraks dan formalin mereka gunakan bukan tanpa alasan. Pedagang nakal ini menggunakan formalin salah satunya untuk mengawetkan mie basah hasil produksi mereka agar dapat bertahan selama beberapa hari. Selain itu makanan yang acapkali diakali dengan penambahan boraks adalah bakso, tahu, mie dengan tujuan dapat memperbaiki tekstur dan kepadatan sehingga menjadi bakso dan mie yang lebih kenyal, serta tahu yang tidak mudah hancur. Boraks juga dipakai oleh para pedagang kerupuk nakal untuk member kerenyahan serta rasa gurih.
Boraks berbahaya apabila dikonsumsi terutama pada jangka waktu yang lama. Boraks dalam dosis yang tinggi dapat meracuni sel-sel tubuh dan menyebabkan kerusakan usus, hati, ginjal dan otak. Penyakit yang ditimbulkannya seperti kanker dan gangguan fungsi hati. Terdapat beberapa ciri makanan yang mengandung boraks seperti, bertekstur kenyal, tidak mudah hancur, berwarna mencolok daripada aslinya, beraroma menyengat, tidak mudah rusak atau busukwalaupun ditaruh pada suhu yang tidak semestinya. Selain itu untuk mengetahui makanan tersebut mengandung boraks atau tidak dapat dilakukan pengujian. Oleh karena itu dilakukannya praktikum uji boraks ini.
B. TUJUAN
• Mengetahui ciri-ciri makanan yang mengandung boraks.
• Mengetahui ada tidaknya boraks pada makanan
C. ALAT DAN BAHAN
Alat
a. 3 tusuk gigi
b. Wadah
c. Kertas hvs
Bahan.
1. Rimpang kunyit/ kunyit basah
2. Bakso tanpa saos atau kecap
3. Tahu belum di masak atau goreng
D. PROSEDUR KERJA
1. Siapkan alat dan bahan
2. Ambil 3 tusuk gigi 2 tusuk gigi untuk di tancapkan kerimpang kunyit 1 tusuk gigi sebagai pembanding
3. Setelah warna tusuk gigi sudah berwarna kunyitlepaskan atau cabut tusuk gigi tersebut
4. Lalu tancapkan 2 tusuk gigi pada sampel bakso dan tahu tunggu kurang lebih 1 menit
5. Setelah itu taruh tusuk gigi penguji ke atas kertas hvs
6. Jejerkan dengan tusuk gigi pembanding yang telah di sediakan lalu amati
E. HASIL
Dari hasil yang saya dapatkan bahwa sampel yang sayauji coba tidak mengandung boraks
F. ANALISA HASIL
Dari hasil praktikum yang saya dapatkan Pada praktikumuji boraks secara kualitatif pada sampel tahu dan baksopinggiran yang sering kali terindikasi dalam penggunaanboraks, bahan yang digunakan sebagai penguji yaiturimpang kunyit dan hasil yang di dapatkan adalah negatifatau tidak mengandung boraks, karena tidak adaperubahan warna merah kecoklatan.
G. KESIMPULAN
Setelah melakukan percobaan ini bahan makanan uji coba tidak mengandung boraks, hal ini dapat di buktikandengan melihat warna indikator, di tancapkan pada makanan uji coba tidak mengalami perubahan warna, jika warna indikator mengalami perubahan warna makadapat di pastikan bahwa makanan yang telah di uji cobatersebut mengandung boraks yang dapat mengancamKesehatan siapapun yang mengomsumsinya